2018-02-22

Khalik Dan Makhluk

Kitab Barencong - Beberapa kesimpulan

Asal kata makhluk diambil dari kata-kata halq dan kata-kata halq diambil dari kata khaliq. Dan kata-kata khalik itu adalah khalik. Jadi asal dari khalik kembali lagi kepada khalik. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Datang dari Allah kembali kepada Allah. Awalnya Allah, dan akhirnya Allah. Awalnya tuhan dan akhirnya tuhan. Awalnya tidak ada permulaannya dan akhirnya pun tidak ada penghabisannya. 

Kalau ma’rifat kita sudah ta’zimullah, yaitu:

Tilik seorang arif itu akan kebesaran dan kemuliaan dan keagungan tuhan Allah azza wa jalla jua adanya maka intisari dari pada itu adalah segala makhluk itu adalah khalik, dan khalik itu sebaliknya. Dalilnya: syuhudul kasrah fil wahdah dan syuhudul wahdah fil kasrah, akhirnya syuhudul wahdah fil wahdah. Demikianlah pandangan seorang arifin billah. Jadi kesimpulannya adalah: semua itu Allah dan Allah itu semuanya inilah yang disebut wahdah al-ujud atau kesatuan ujud. Jadi hamba dapat menyimpulkan pula bahwa Allah adalah hakikat alam.

Apakah yang dimaksud Azzazatullah

Baiklah hamba uraikan secara ringkas saja bagi orang yang telah ma’rifat zat, tiadalah baginya permulaan dan penghabisan.

Pandangannya jauh berbeda dengan pandangan orang yang hanya berada dengan pandangan tingkat bawah. Orang demikian berpandangan bahwa ia melihat Allah setiap kejapan mata dan dalam setiap sentuhan hatinya yang disebut mata hati itu bukannya ia nya. Sebab mata lahir dan mata hati itu hanya asma jua adanya disini mata bathin melihat bathin. Dan mata hati itu sudah lebur kedalam fana. Jadi pandangan yang tertinggi sekarang ini adalah kembali kepada mata zahir jua dahulu. Hingga mata bathin, sebab tiada kebilangan hakikat itu tanpa syariat/ zahir dan tiada kebilangan syariat itu tanpa hakikat/bathin. Kesimpulannya adalah: zahir ia yang bathin, dan bathin ia yang zahir, sebab awal dan akhir itu adalah rahasia insan. Maka dari pada itu pandangan akhir jua pandangan awal. Disinilah letaknya rahasia Allah / insan, dan rahasia Allah adalah rahasia insan. Rahasia insan dan rahasia Allah itu disebut juga dengan sirullah atau sirullah zat atau zat ilahiah.

Zat ilahiah itu yaitu diri bathin dan zahir. Zahir tuhan ada dimanusia dan bathin manusia ada di tuhan. Dengan kata lain yaitu: johirnya makhluk dan bathinnya tuhan dan zahirnya........bathin........

Jadi hendaklah diketahui akan sirullah didalam ujud insan dari kita ini. Sekira kira ujudullah berdiri dihadapanmu dengan nyata dan jelas. Hilangkan dan lenyapkan ujudmu. Niscaya ujudullah berdiri dengan kedirianmu.

Tak ada ujud bagimu, lahir dan bathinnya, kecuali itu hanya ujudullah jua yang ada.

Ujud kesegalaan ini hanya ujud hayal, bukan sebenarnya ujudullah ada pada setiap diri: dan ada pada setiap manusia dan seluruh makhluk. Tetapi disini memerlukan perincian yang mendalam. Jadi siapa masih melihat kepada dirinya seumur hidupnya tidak akan bertemu dengan tuhannya. (tidak akan melihat kepada tuhannya). Siapa yang melihat kepada tuhannya niscaya tiada lagi melihat kepada dirinya sendirinya. Tiada lagi melihat makhluk yang terlihat hanya tuhannya. Itu menunjukkan tidak lagi melihat dirinya dengan kekuatan dalil yang nyata yaitu: ROBBI BI ROBBI.

Melihat tuhannya dengan tuhannya.
Mengenal tuhannya dengan tuhannya.

Demikianlah tentang ujudillah itu tadi. (Selanjutnya - Beberapa Bentuk Zikir)

File pdf:

https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0Tlc2QkZISVlFckU  
https://googledrive.com/host/0B6BIN5otUZK0LXVJSDMyYlZKdGs


KOMENTAR